Menyambung posting saya terdahulu tentang ramalan mama lauren, kali ini saya juga mengangkat isu politik yang sedang hangat.

Pasangan Capres dan Cawapres sudah dideklarasikan. Sekarang ada 3 pasangan untuk pilpres 2009 yaitu :
1. JK-Win (Jusuf Kalla dan Wiranto)
2. Mega-Pro (Megawati dan Prabowo)
3. SBY-Berbudi (SBY dan Boediono)

Siapakah pemenang pilpres 2009?
Menurut hasil survei memang popularitas SBY masih di atas tokoh-tokoh saingannya. Tapi apakah tidak ada cara untuk mengalahkan SBY? Apa faktor-faktor yang menentukan kemenangan pilpres 2009? Mau tahu? Lanjutkan baca ya..


Beberapa hari ini saya sering baca koran, nonton acara tv tentang politik. Berita di berbagai media didominasi oleh berita politik yang sengat hangat-hangatnya. Terutama berita tentang pilpres 2009.

Satu topik yang menarik adalah dominasi popularitas SBY dibanding capres lainnya. Apakah tidak ada cara mengalahkan SBY? Ini dia analisis yang saya simpulkan dari berbagai sumber :

6M = 6 Cara Mengalahkan SBY

1. Man
Citra figur atau popularitas tokoh memang yang paling menentukan dalam pemilu presiden secara langsung. Tahun 2004 SBY-JK yang diusung partai Demokrat dengan suara 7% bisa menang pilpres 2004.

2. Money
Uang = logistik untuk kampanye. Dengan financial yang kuat tentunya proses kampanya akan bisa dimaksimalkan. Prabowo dan JK mempunyai kekuatan financial secara pribadi yang sangat kuat.

3. Machine
Political Machine (mesin partai) mempunyai peranan untuk menggalang dukungan pendukungnya. Tapi realitanya hanya sekitar 20-an % saja rakyat yang mau menentukan pilihan berdasarkan pilihan partai.

4. Media
Media massa baik berupa tv, koran, bahkan internet memang senjata kampanye yang ampuh untuk membangun citra dan popularitas. Kita lihat contohnya SBY-JK di tahun 2004 berhasil mengalahkan Megawati dengan memanfaatkan media iklan TV.

Tahun 2009 Prabowo dan Gerindra berhasil meraih suara 4% dan lolos parlementary treshold padahal baru 1 tahun berdiri. Sekali lagi peran media yang dikemas secara tepat dapat meningkatkan citra partai dan tokoh.

Tapi tidak semuanya berhasil lho. Contohnya Sutrisno Bachir dan Rizal Malarangeng melakukan promosi besar-besaran cuma berhasil meningkatkan popularitas (lebih dikenal) tapi tidak berhasil meningkatkan elektabilitas (popularitas untuk dipilih).

5. Market
Pasar memang cukup menentukan dalam peolehan suara di pilpres nanti.

6. Momentum
Momentum ada 2 :
by design dan by default
a. By default
Contohnya : pada waktu Soeharto jatuh pada 1998, momentum berpihak pada Megawati ke puncak popularitas sehingga bisa menjadikan PDIP sebagai pemenang pemilu 1999.

b. By design
Contohnya : pada waktu SBY merasa dikucilkan dari kabinet oleh Megawati kaerna tidak diajak rapat kabinet, lalu SBY memutuskan untuk keluar dari kabinet. Citra bahwa SBY teraniaya itu di expose secara luar biasa oleh media dan dalam 6 bulan SBY-JK berhasil mengalahkan popularitas Megawati.

Jadi, siapa yang bisa mengoptimalkan 6M tersebutlah yang akan keluar sebagai pemenang capres 2009. Anda setuju? Atau punya komentar yang lain? Punya prediksi siapa yang akan menang?

Bligus Ardhi
KLIK Diskon Produk Informasi

Comments (5)

On 19 Mei 2009 06.29 , Umar Puja Kesuma mengatakan...

Saya rasa ada benarnya juga analisa 6M-nya.
Dan kalau boleh menambahkan satu poin yang bisa mengalahkan SBY adalah "memory", maksudnya.
memory sama dengan track record, semakin bagus dan nyata track record seorang kandidat, maka semakin besar peluang dia untuk menang dalam pilpres.

Salam Istimewa!

 
On 21 Mei 2009 21.25 , Blog Motivasi Arief mengatakan...

Analisanya bagus mas. Ngga mo terjun di politik juga mas? KEliahatannya menguasai, hehehe

 
On 29 Mei 2009 14.41 , Bligus Ardhi mengatakan...

Untuk saat ini belum niat Mas Arief.

Mungkin tertarik jadi pengamat aja dech.. he..he..

 
On 6 Juni 2009 10.10 , Anonim mengatakan...

Saya setuju dengan analisa 6m-nya.

 
On 22 Juni 2009 00.05 , faizal mengatakan...

klo menurut saya koq sedikit tidak sesuai antara judul dengan penjelasannya...mungkin judulnya lebih baik jika dirubah menjadi "6 cara sukses kampanye Presiden"...