KLIK Ebook Gratis + Diskon Produk Informasi

Kampanye Capres-Cawapres 2009 mulai memanas. Aksi saling sindir dan mencari kelemahan lawan politik semakin gencar dilakukan. Berbagai macam isu dihembuskan untuk menggerogoti lawan politik.



Saya belakangan memang tertarik menyimak dan mencoba menganalisis bagaimana proses politik yang terjadi di negeri kita. Bagaimana strategi politik, branding, positioning, pencitraan tokoh, bahkan strategi Word of Mouth Marketing. Semua istilah marketing tersebut ternyata ada juga di bidang politik.

Karena topiknya terlalu luas, pada tulisan kali ini saya hanya akan membahas dari aspek iklan politiknya saja. Bagaimana strategi marketing para Capres-Cawapres dalam media periklanan? Penasaran? Yuk kita simak ulasan saya..


Aspek yang saya amati dalam strategi politik pemilu presiden yaitu :
1. Deklarasi

- Mega Prabowo
Melakukan deklarasi di Bantar Gebang.
Deklarasinya tidak hanya sesuai dengan tema kampanye mereka “Mega Pro Rakyat” tetapi juga mempunyai nilai word of mouth yang tinggi. Walau mereka masih dalam level pertama yaitu membicarakan tapi belum masuk pada level kedua yaitu mempromosikan.
Melibatkan puluhan ribu rakyat kecil yang ikut datang secara sukarela.
Menurut saya inilah deklarasi yang paling mengundang perhatian masyarakat luas.

- SBY Boediono
Melakukan deklarasi di Bandung.
Deklarasi pasangan dengan slogan "Lanjutkan!!" yang terkesan mewah dan elegan mirip dengan deklarasi Barack Obama, Presiden Amerika terpilih dari Partai yang kebetulan namanya sama yaitu Demokrat. Kelebihannya adalah citra elegan dan komunikatif dalam pemaparan visi dan misi.

- JK Wiranto
Melakukan deklarasi di Tugu Proklamasi.
Dengan slogan "Lebih cepat, lebih baik" sangat tepat mewakili pasangan ini. Mendeklarasikan pasangan paling cepat, mendaftar ke KPU paling cepat, dan JK juga cara bicaranya agak cepat he..he..

2. Iklan TV

- Mega Prabowo
Iklan TV Mega-Prabowo menurut saya terlalu panjang dan kurang mengena dan kurang tajam. Tidak seperti iklan kampanye Partai Gerindra dengan isu dan gagasan yang tajam.

Kalo saya jadi konsultan/tim sukses (he..he.. sayangnya belum) pasangan ini maka saya akan membuat iklan yang singkat namun mengena langsung ke masalah. Mungkin dibuat beberapa iklan singkat seperti iklan TV Pak Jusuf Kalla.
Misal iklan tentang:
isu penghapusan UU BHP yang menarik minat para mahasiswa
isu penghapusan kontrak kerja yang menguntungkan buruh
isu penyelesaian lumpur lapindo
isu pembatasan impor pangan yang menguntungkan para petani
isu perbaikan Alutsista TNI kita yang sangat mengkhawatirkan.

- SBY Boediono
Iklan pasangan SBY Boediono juga tidak membawa isu apa yang akan dilakukan seandainya terpilih kembali. Hanya melanjutkan keberhasilan saja dan menurut saya kurang menjual. Iklan yang menurut saya cukup bagus hanya iklan Presiden Indomie dengan penyangi Mike "Indonesian Idol". Selain itu hanya mengulang iklan yang lalu.

- JK Wiranto
Iklan JK Wiranto malah belum ada yang bersama-sama. Iklan yang saya amati hanya iklan JK yang rajin muncul di TV. Isinya adalah apa yang telah dilakukan JK selama menjadi Wapres. Tidak ada janji konkrit apa yang akan dilakukan seandainya terpilih. Malah terkesan saling klaim keberhasilan pemerintah dengan SBY.

Namun terdapat kelebihan dari penggarapan iklan JK ini. Iklan singkat dan fokus pada isu tertentu. Yang paling saya suka adalah yang mengangkat isu "Ayo kita mandiri!", dimana disebutkan bahwa kita bisa membangun bandara dengan tenaga kita sendiri bahkan dengan biaya setengahnya.

JK juga menggunakan testimoni dari beberapa tokoh masyarakat. Yang paling saya suka adalah testimoni dari pengusaha sepatu di Cibaduyut dan mengatakan JK adalah tokoh bangsa yang mendukung industri dalam negeri untuk berkembang. Bahkan dibuatkan merk Sepatu JK Collection.

3. Cyber Campaign atau kampanye dengan media internet

- Mega Prabowo
Sudah cukup bagus situs resminya di PerubahanUntukRakyat.com
Prabowo juga sangat aktif melakukan kampanye dengan media massa baik online maupun offline. Berbeda dengan Megawati yang terkesan pasif dalam beriklan di TV maupun online.
Iklannya sangat aktif dilakukan di detik.com

- SBY Boediono
Website ini terlalu menonjolkan SBY dan seolah tidak mengangkat Boediono sebagai pendulang suara. Mungkin SBY terlalu percaya diri sehingga cukup dengan mengandalkan popularitasnya saja. Alamat websitenya : SBYPresidenku.com
Iklannya sangat aktif dilakukan di detik.com. Dan kelebihannya alamat website ini sangat populer karena juga sering ditampilkan di iklan TV. Harusnya memang semua iklan saling berhubungan antara media online, media cetak, maupun media elektronik.

- JK Wiranto
Alamat websitenya di JK-Wiranto-2009.com.
Websitenya kurang terkenal. Saya baru tahu tentang adanya website ini.

Kesimpulan saya :

* Popularitas SBY memang masih paling tinggi tapi terus menunjukkan trend menurun.
* Seharusnya SBY memberikan langkah konkrit bukan secara umum dalam mengatasi masalah yang belum bisa diselesaikan selam menjabat. Boediono diajak juga dunk!
* JK-Wiranto tidak mempunyai differentiation yang jauh dengan SBY karena keduanya masih berada dalam pemerintahan. Wiranto diajak iklan juga dunk!
* Mega-Prabowo merupakan pasangan dengan ide dan gagasan baru dan mempunyai differentiation yang kuat untuk menantang SBY. Sebenarnya kalo Prabowo yang jadi Presiden, mungkin efeknya bisa lebih hebat lagi. Hanya saja gagasan tersebut harus lebih dikomunikasikan dalam sisa waktu kampanye ini.

Jadi siapa juara strategi kampanye sampai saat ini?

Ini hanya pendapat saya. Menurut saya pemenangnya untuk masing-masing kategori :
Deklarasi dimenangkan oleh Mega-Prabowo
Iklan TV dimenangkan oleh JK-Wiranto
Cyber Campaign dimenangkan oleh SBY-Boediono

Ini hanya analisa dari hasil pengamatan saya sebagai mahasiswa. Bagaimana menurut anda??

Comments (6)

On 14 Juni 2009 23.13 , Umar Puja Kesuma mengatakan...

Wah...sepertinya blih sangat cocok jadi pengamat politik nih, hehehe...
Analisisnya mantaps dan proporsional.

 
On 15 Juni 2009 11.38 , Blog Motivasi Arief mengatakan...

Terlepas dari itu semua... dan cara mereka mengiklankan diri, ada baiknya kita jangan memilih hanya karena iklan.

LIhat visi misi dalam acara debat capres/cawapress karena biasanya pemaparan disana jauh lebih baik daripada di iklan. Apalagi ada panelisnya.

Kedua, lihat track record masing2 calon. Jangan sampai seolah2 sekarang baik dan perfect, padahal masa lalunya banyak meninggalkan permasalahan yg tidak terselesaikan.

Salam sukses

 
On 15 Juni 2009 13.06 , fadly muin mengatakan...

Wah Pengamat Politik yang fresh Bligus.
saya melihat saat ini yg lebih menonjol adalah pencitraan diri. sedangkan kompetisi dalam visi misi kurang mengambil peran yang maksimal..

Harapan saya : siapapun presidennya minumnya tetap teh botol eh... maksudnya Kehidupan Rakyat indonesia Bisa lebih baik.

 
On 15 Juni 2009 20.20 , SUGIANA mengatakan...

Terlepas dari berbagai pola kampanye yang dilakukan saya kira nama SBY masih populer di kalangan masyarakat. Pertama bukan hanya karen posisinya sebagai incumbent tetapi pribadi dan ketokohanya masih sangat kuat. Ini yang belum tertandingi oleh capres lainya. Sebenarnya nama Prabowo Subianto bisa menjadi penantang serius namun sayang posisinya hanya sebagai cawapres sangat kurang memberikan posisi tawar yang cukup menantang terhadap SBY. Namun semua ini masih bisa harus dibuktikan pada tanggal 8 Juli nanti. Siapa pemenangnya? mari kita tunggu.
Salam Sukses.

 
On 29 Juni 2009 12.03 , sobat-ik mengatakan...

analisisnya menarik bos!
sebagai pembanding analisa saya ,mengenai iklan :
1. dalam iklan kampanye jk yang pertama tentang komentar para tokoh bangsa tentang pribadi jk adalah sebuah ilai plus tersendiri dimana penilaian tantang jk tidak keluar dari jk ataupun tim suksesnya tapi dari tokoh.
2. iklan seri kedua tentang kemandirian bangsa misalnya pembangunan bandara secara mandiri memberikan pesan bahwa selma ini jk bekerja sesuai dengan kemampuan negeri ini.
3. iklan terakhir yaitu lagu pak ketipak-ketipung juga unik karena lagu tersebut merupakan bukti keragaman budaya negeri ini.

 
On 12 Agustus 2009 09.05 , SMS Broadcast Indonesia mengatakan...

Saya melihat pilpres kali ini para capres dan cawapresnya semakin ahli dalam menggunakan aspek-aspek marketing seperti branding, positioning, advertising, dll. SBY sangat fokus dalam brand image (pencitraan), JK di differentiation, dan Mega di segmentasi (rakyat kecil).